aku tak tau persis ini dimulai dari kapan. berawal dari apa...
yang aku ingat, ketika itu aku kuliah. entah sudah semester berapa, dia selalu menanyakan kapan aku lulus.
sudah lulus, dia tanyakan lagi kapan aku mulai bekerja.
padahal tak pernah putus raga ini berusaha, tapi dia bilang aku hanya malas2an saja.
lalu ditanyakan lagi hubunganku dengan sang pacar, kapan menikah.
di hari pernikahan, dia meminta pasanganku berbohong di depan penghulu (dan Tuhan). nyaris tak ada pernikahan hari itu. batin ini hanya bisa berontak.
ketika semua orang menanyakan kapan aku mulai merencanakan kehamilan, dia menjawab nanti saja. padahal aku ingin sekarang.
ketika kehamilanku akhirnya datang, dia juga yang bersorak senang.
3mester pertama kehamilan ini seseorang bertanya tentang keadaanku. dia bilang baik2 saja; hamil kebo. padahal tiap malam pulang kantor seluruh isi perut ini terkuras habis.
3mester kedua dia tanyakan kapan upacara 4 bulanan'nya?
lalu ketika suatu saat kami pulang malam kehujanan dan kedinginan, jenis kendaraan yang kami gunakan yang dia bahas, bukan bagaimana keadaan kami saat itu.
3mester ketiga giliran upacara 7 bulanan yang dia tanyakan.
minggu ke 38 hampir setiap hari dia tanyakan kapan rasa mulas di perutku datang, bukan bagaimana rasa di batin dan ragaku.
saat persalinan tiba dan waktunya aku diinduksi dia bilang pada seluruh bidan karena aku malas olahraga dan jalan pagi sehingga anakku juga segan untuk keluar. padahal sudah 1.5 bulan kami terpisah rumah, dan setiap hari hanya jalan dan jalan kegiatanku.
ketika akhirnya anakku terlahir ke dunia, dia ucapkan selamat.
ketika anakku meraung2 dia bilang karena ASIku sedikit dan tak keluar. padahal bayiku hanya ingin dekat dengan ibunya, merasakan kehangatan dan degup jantung yang biasa ia dengar dari dalam rahim
ketika aku bersusah payah memompa ASI, dia bilang nyapek2in aja.
ketika aku pesan berpuluh2 botol kaca untuk stock ASIPku nanti, dia bilang memang ASIku sebanyak apa? lalu ketika bahkan 35 botol pun tak cukup, dia bilang ke semua orang kalau ASIku berlimpah ruah.
ketika aku memutuskan untuk memberi ASIX dia meremehkanku, lalu ketika anakku tumbuh sehat dan menggemaskan dia bilang pada semua orang itu berkat ASI.
ketika seorang ibu muda mencoba menggendong bayiku, anakku berkaca2 dan menangis melihat ke arahku, semua berkomentar senang kalau anakku sudah mulai mengenaliku, tapi dia bilang hanya kebetulan saja.
ketika aku mengajarkan disiplin pada anakku sejak dini, dia datang sebagai pahlawan yang siap membela kapan saja.
dan sekarang...
ketika anakku selalu saja berseri2 menyambutku setiap pulang kerja, dia bertanya serius "emang kenal?"....
*aku sedang memupuk dan merawat benih yang kutanam dan mulai tumbuh, tapi dia perlahan2 menyiram bagian bawahnya dengan air, sehingga pupuk'ku bertebaran*
yang aku ingat, ketika itu aku kuliah. entah sudah semester berapa, dia selalu menanyakan kapan aku lulus.
sudah lulus, dia tanyakan lagi kapan aku mulai bekerja.
padahal tak pernah putus raga ini berusaha, tapi dia bilang aku hanya malas2an saja.
lalu ditanyakan lagi hubunganku dengan sang pacar, kapan menikah.
di hari pernikahan, dia meminta pasanganku berbohong di depan penghulu (dan Tuhan). nyaris tak ada pernikahan hari itu. batin ini hanya bisa berontak.
ketika semua orang menanyakan kapan aku mulai merencanakan kehamilan, dia menjawab nanti saja. padahal aku ingin sekarang.
ketika kehamilanku akhirnya datang, dia juga yang bersorak senang.
3mester pertama kehamilan ini seseorang bertanya tentang keadaanku. dia bilang baik2 saja; hamil kebo. padahal tiap malam pulang kantor seluruh isi perut ini terkuras habis.
3mester kedua dia tanyakan kapan upacara 4 bulanan'nya?
lalu ketika suatu saat kami pulang malam kehujanan dan kedinginan, jenis kendaraan yang kami gunakan yang dia bahas, bukan bagaimana keadaan kami saat itu.
3mester ketiga giliran upacara 7 bulanan yang dia tanyakan.
minggu ke 38 hampir setiap hari dia tanyakan kapan rasa mulas di perutku datang, bukan bagaimana rasa di batin dan ragaku.
saat persalinan tiba dan waktunya aku diinduksi dia bilang pada seluruh bidan karena aku malas olahraga dan jalan pagi sehingga anakku juga segan untuk keluar. padahal sudah 1.5 bulan kami terpisah rumah, dan setiap hari hanya jalan dan jalan kegiatanku.
ketika akhirnya anakku terlahir ke dunia, dia ucapkan selamat.
ketika anakku meraung2 dia bilang karena ASIku sedikit dan tak keluar. padahal bayiku hanya ingin dekat dengan ibunya, merasakan kehangatan dan degup jantung yang biasa ia dengar dari dalam rahim
ketika aku bersusah payah memompa ASI, dia bilang nyapek2in aja.
ketika aku pesan berpuluh2 botol kaca untuk stock ASIPku nanti, dia bilang memang ASIku sebanyak apa? lalu ketika bahkan 35 botol pun tak cukup, dia bilang ke semua orang kalau ASIku berlimpah ruah.
ketika aku memutuskan untuk memberi ASIX dia meremehkanku, lalu ketika anakku tumbuh sehat dan menggemaskan dia bilang pada semua orang itu berkat ASI.
ketika seorang ibu muda mencoba menggendong bayiku, anakku berkaca2 dan menangis melihat ke arahku, semua berkomentar senang kalau anakku sudah mulai mengenaliku, tapi dia bilang hanya kebetulan saja.
ketika aku mengajarkan disiplin pada anakku sejak dini, dia datang sebagai pahlawan yang siap membela kapan saja.
dan sekarang...
ketika anakku selalu saja berseri2 menyambutku setiap pulang kerja, dia bertanya serius "emang kenal?"....
*aku sedang memupuk dan merawat benih yang kutanam dan mulai tumbuh, tapi dia perlahan2 menyiram bagian bawahnya dengan air, sehingga pupuk'ku bertebaran*





